UNTUK INFORMASI LEBIH LANJUT, SILAHKAN HUBUNGI KAMI. KAMI SIAP MEMBERIKAN PELAYANAN YANG TERBAIK DEMI KEPUASAN ANDA...

MKABIO MINUMAN EKSTRAK JAMU


MKA BIO
Minuman Ekstrak Jamu

KUTELAK           : KunirTemu lawak
KUTINCUR         : Kunir putih - Kencur
KUJAMAH          : Kunir putihJahe merah
KURENJEH         : KencurJahe putih
KUTILOS             : Kunir putih – Kudu - Laos
KUNCIRIH           : Kencur – Kunci - Sirih

GENRE BARU TENTANG MINUMAN EKSTRAK JAMU
Bukan minuman biasa. Dibuat dari bahan rempah-rempah yang konon dikenal dengan sebutan jamu. Diolah melalui proses fermentasi untuk mendapat khasiat lebih nyata dari bahan jamu yaitu dalam produk ekstrak jamu. Memperoleh produk ekstrak dengan cara fermentasi, artinya dibuat dengan cara yang sangat alamiah. Boleh jadi ini adalah genre baru dalam tata cara mengolah bahan dengan basis jamu. Rasa pahit yang menjadi karakter dari semua bahan jamu akan hilang. Sebagai produk fermentasi maka jadi agak berasa masam. Tetapi justru rasa masam ini menjadi kekuatan dari teknik pengolahan dengan cara fermentasi. Dengan sedikit penambahan gula atau madu, apalagi disedu dengan air es, akan berasa segar dalam sensasi adem rasa "nyes". Pemeo dan atribut yang kemudian muncul : “jamu pahit, itu dulu”.

PADEPOKAN BUMI MARDHIKA

PADEPOKAN BUMI MARDHIKA
Kesimantengah, Pacet - Mojokerto

(Lembaga Kesehatan, Pendidikan dan Sosial "BHAKTI NUSA")
(0321)7226149 – 081230419372 – 08563260553
mkabio@yahoo.com   mkabio.lkps@gmail.com  probiotikmkabio@gmail.com
Facebook : probiotikmkabio@gmail.com
   www. probiotik-mkabio.com  
No rek. BRI: 6246-01-002084-53-9.  BCA: 1130898811. an Sugeng Hariadi

Tujuan:
-          Membantu usaha Pemerintah dalam membangun masyarakat khususnya dalam bidang pendidikan, sosial dan pelayanan kesehatan masyarakat.
-          Mendirikan, mengelola sarana dan prasarana kesehatan masyarakat, serta kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.

KONSERVASI LAHAN, SOLUSI MENUJU KEMANDIRIAN PETANI

KONSERVASI LAHAN
 SOLUSI MENUJU KEMANDIRIAN PETANI
Catatan dari Bodas Kandangserang Pekalongan *)

Oleh Sugeng Hariadi

            Bodas adalah sebuah desa di kecamatan Kandangserang Pekalongan, Jawa tengah. Jarak dari kota kecamatan sekitar 20 Km, terhadap kota sekitar 70 Km. Daerah berbukit ini memiliki jumlah penduduk  625 KK, terdiri 2282 penduduk  dan  1620 DPT. Mereka tidak terkumpul dalam satu area datar tetapi tersebar di puncak dan lereng-lereng perbukitan di lima pedusunan. Jalan yang rusak berat ke daerah ini, nyaris membuat Bodas menjadi daerah kepencil. Tentu dalam aspek pelayanan, termasuk  kepentingan dagang untuk menjual produk lokal dan akses pada kebutuhan pangan menjadi sangat sulit.

PANEN MELIMPAH DENGAN MODAL SAMPAH


Panen Melimpah dengan Modal Sampah

oleh sugeng hariadi


Ada lelucon yang tidak lucu. Boleh jadi ini hanya sekadar kelakar. Ketika tiba-tiba terjadi sunami di daerah perkotaan yang nyaris menghabisi penduduk kota. Bagaimana dengan orang desa, apakah mereka juga ikut habis. Jawabannya pasti tidak. Karena orang desa masih punya daya dukung untuk menopang hidup seperti punya beras, sayur-mayur, bumbu masak termasuk lauk-pauk. Paling kerugian yang ditimbulkan adalah hal-hal yang ekstensif kehidupan kota seperti tidak ada siaran radio, tv, sinyal Hp. Bila yang terjadi sebaliknya di mana terjadi gunung meletus dan semua orang desa habis, pasti diikuti habisnya orang kota. Karena sumber pangan dikerjakan orang desa dan orang kota tidak bisa menyediakan kebutuhan pangan untuk menopang kebutuhan hidupnya.

PERAN MIKROORGANISME USUS & TANAH : MENURUNNYA KUALITAS MAKANAN KITA


Oleh Dr. Sugeng Hariadi, S.Pd


     Konon ada ungkapan bijak : “makanlah sayur dan buah untuk mendapat vitamin dan mineral supaya tubuh lebih sehat”. Atau seabrek ungkapan bijak lain yang terkait dengan makanan untuk menopang kebutuhan tubuh. Sayangnya kebenaran dari ungkapan bijak itu hari ini harus di ragukan.
Masalah dasarnya karena pangan ditentukan kualitas tanah, sedang kondisi tanah kita telah berubah. Pertanian menyediakan dasar bagi segala makanan manusia. Kita adalah apa yang kita makan, dan gizi dalam makanan sehari-hari adalah kunci kesehatan kita. Jika kita mau berbicara tentang gizi, maka kita harus mulai dengan membahas pertanian.

     Sejak revolusi industri merasuk pada pengembangan teknologi untuk pertanian (revolusi hijau), pola garap tanah kita tidak lagi alamiah. Kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi pertanian guna mendapat keuntungan ekonomi dengan meningkatnya hasil panen, ditempuh cara–cara yang instan dengan penggunaan pestisida dan pupuk kimia. Sesaat panen memang melimpah, tetapi ini tidak menghitung resiko memburuknya kualitas tanah dengan menurunnya kualitas makanan.

Kontak Kami


Anda bisa menghubungi kami :
 


Dr. Sugeng Hariadi, S.Pd
Penemu / Formulator MKABIO

PADEPOKAN BUMI MARDHIKA
(Lembaga Kesehatan Pendidikan & Sosial (LKPS) “B h a k t i  N u s a”)
Dsn. Ngemplak, Ds. Keseimantengah, Kec. Pacet - Mojokerto
Jawa Timur - Indonesia


(0321) 7226149 - 081230419372 - 08563260553

Website : www.probiotik-mkabio.com
Blog : mka-bio.blogspot.com.

Facebook : probiotikmkabio@gmail.com
email : mkabio.lkps@gmail.com, mkabio@yahoo.com,
           probiotikmkabio@gmail.com












Galeri Foto

BROSUR MKA BIO



BANNER PELATIHAN YANG KAMI SELENGGARAKAN


Produk & Layanan

PRODUK & LAYANAN

MKABio1 : Probiotik untuk Pertanian

Bagaimana merangsang munculnya biodiversitas tanah (keanekaragaman hayati) adalah masalah pokok dalam pengembangan budidaya pertanian. Tanaman harus dipahami bukan satu-satunya substansi kehidupan di tanah. Konsep biodiversitas penting artinya, selain bisa menopang kebutuhan internal tanaman juga mendukung terbentuknya ekosistem tanah yang sehat, terhindar dari penyakit dan serangan hama. Satu soal, kebutuhan akan zat hidup bagi tanaman dipenuhi melalui proses komunilkasi antara tanaman, potensi biodiversitas dan proses fotosintesis oleh sinar matahari. Biodibersitas akan berkembang  bila ada fasilitasi berupa ketersediaan material organik. Sehingga pupuk berbasis organik memnuhi logika untuk dipilih.

PROFIL


MKABio 
 
   Adalah merek dagang yang sudah mendapat paten dengan nomor register IDM000260321. Merupakan produk probiotik (mikroorganisme non pathogen) yang secara spesifik digunakan untuk pengembangan budidaya Pertanian, Peternakan, Perikanan Air Tawar, Perikanan Air Payau, Toilet & Septic-tank, Kebutuhan rumah tangga dan Minuman Ringan Berbasis Jamu Tradisional.
   Dr. Sugeng Hariadi. S.Pd, alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang. adalah penemu ide sekaligus formulatornya. Kini aktif sebagai fungsionaris pada Padepokan Bumi Mardhika - Lembaga Kesehatan Pendidikan & Sosial (LKPS) “B h a k t i N u s a”, yang bermarkas di sebuah  desa terpencil - Kesimantengah - Pacet, Mojokerto - Jatim. Kepeduliannya pada pemberdayaan petani, terutama untuk menghasilkan produk bermutu ramah lingkungan, ia mengembangkan konsep mikrobiologi, cabang ilmu kedokteran yang diaplikasikan untuk pertanian. Ini sebagai anti tesis terhadap kecenderungan yang berkembang dalam pengembangan pertanian, khususnya penggunaan pupuk kimia dan pestisida. Alih-alih meningkatkan produksi, kecenderungan yang sifatnya patologis ini justru bisa menghancurkan masa depan pertanian, termasuk sendi-sendi ekonomi pedesaan. Pendekatan dengan probiotik, adalah paradigma baru yang ingin dikibarkan. Ini artinya, ia mengajak khalayak luas untuk peduli tentang masa depan bumi tempat dimana kita berpijak. Sangat di luar dugaan, kunci masalahnya justru terletak pada mahkluk kecil - biasa disebut jasad renik - yang hanya bisa dilihat dengan mikroskop.
     Dengan pendekatan probiotik, bisa dikembangkan konsep pertanian terpadu. Sebuah model pertanian berbasis pengembangan limbah sawah. Ini satu genre berpikir baru terhadap pemahaman pertanian, karena tidak pernah sebelumnya orang berpikir pada bagaimana memaksimalkan pendapatan pertani dengan mengolah limbah.         




 Probiotik ini memiliki kelebihan selain meningkatkan produktifitas, juga bersifat ramah lingkungan, murah dan sangat mudah pemakaiannya.
Kelebihan Probiotik MKA-BIO antara lain :
1. Mampu meningkatkan hasil produksi
2. Meningkatkan daya tahan Peternakan, pertanian dan perikanan terhadap
   penyakit
3. Meningkatkan efisiensi biaya
4. Menjaga kontinuitas produksi jangka panjang
5. Menjaga keseimbangan ekologi
6. Diferensiasi harga










***