UNTUK INFORMASI LEBIH LANJUT, SILAHKAN HUBUNGI KAMI. KAMI SIAP MEMBERIKAN PELAYANAN YANG TERBAIK DEMI KEPUASAN ANDA...

Produk & Layanan

PRODUK & LAYANAN

MKABio1 : Probiotik untuk Pertanian

Bagaimana merangsang munculnya biodiversitas tanah (keanekaragaman hayati) adalah masalah pokok dalam pengembangan budidaya pertanian. Tanaman harus dipahami bukan satu-satunya substansi kehidupan di tanah. Konsep biodiversitas penting artinya, selain bisa menopang kebutuhan internal tanaman juga mendukung terbentuknya ekosistem tanah yang sehat, terhindar dari penyakit dan serangan hama. Satu soal, kebutuhan akan zat hidup bagi tanaman dipenuhi melalui proses komunilkasi antara tanaman, potensi biodiversitas dan proses fotosintesis oleh sinar matahari. Biodibersitas akan berkembang  bila ada fasilitasi berupa ketersediaan material organik. Sehingga pupuk berbasis organik memnuhi logika untuk dipilih.
     Dengan kata lain pemberian material non organik seperti pupuk kimia dan pestisida harus dievaluasi. Selain malah meracuni dan tentu mematikan potensi biodiversitas, juga karena seperti memanjakan tanaman dengan berbagai fasilitas hidup. Ini berisiko memotong proses komunikasi alamiah. Tanaman akan hidup berjalan dengan logikanya sendiri bersama material non organik dari luar, sebaliknya tanah juga hidup dengan logikanya sendiri tanpa berhubungan dengan tanaman. Tentu bila proses ini yang terjadi jangka panjang akan merusak struktur, tekstur dan fungsi-fungsi tanah bagi tanaman.
     Memperkuat basis biota tanah dengan mikroorganisme probiotik (non pathogen) adalah logika yang bisa dipahami. Ia akan membantu aktivasi biota tanah sebagai fermenter dan dekompuser bahan organik untuk melahirkan kekuatan biodiversitas tanah. MKABio1 didedikasikan untuk kepentingan ini. Ia adalah koloni dan mikroorganisme probiotik penghasil asam laktat, selulotik, fotosintetik dan yeast. Kehadirannya pada tanah dan tanaman menjamin kelangsungan matarantai kehidupan dalam tanah secara alamiah (biofertilizer). Ini adalah genre baru managemen pengolahan budidaya tanam dengan pendekatan teknologi yang murah, mudah, hasil melimpah, ramah lingkungan serta berkesinambungan (3mRB) 

Komposisi biotik :
Hasil analisa dikerjakan Laboratorium Bakteriologi Fakultas Kedokteran Hewan Instintut Pertanian Bogor (IPB), 30 Agustus 2008, koloni bakteri disebut produk probiotik terdiri dari Lactobacillus sp, Acetobacter sp, Bacillus cereus, Bacillus globisporus, Bacillus alvei, Saccharomyces sp, Pseudomonas aerugenosa, Psoudomonas sp, Azotobakter chroococum. Untuk pengembangan pertanian kultur bakteri ini diperkaya dengan Rizobium & Aspergilus

==================================================
MKABio2 : Probiotik untuk Peternakan

     Masalah pokok dalam budidaya ternak adalah munculnya produk sisa usaha ini berupa kotoran ternak. Sebagai produk organik, kotoran ternak akan mengundang datangnya bakteri pembusuk dan proses pembusukan akan membuat kandang jadi bau tidak sedap. Pada level tertentu, ini akan memberi masalah pada kesehatan lingkungan, bukan saja mengganggu kelangsungan hidup ternak, tetapi juga komunitas orang yang ada di sekitarnya. Polutan organik ini akan menyebabkan gangguan syndroma pernafasan akut dan sangat mungkin berkembang lebih serius menjadi radang paru kronis (pneumonia). Ini antara lain pokok penjelas angka kesakitan dan bahkan kematian ternak.
    Efektifitas pakan adalah masalah yang tidak kalah serius. Pemberian pakan yang bermutu menjadi terbuang percuma bila tingkat penyerapan pakan rendah (TDN – Total Disgestive Nutrient). Pada saat yang sama bagaimana pakan yang kurang bermutu bisa dinaikkan kualitasnya dengan tingkat penyerapan yang lebih sempurna. Bila TDN meningkat, yang berarti proses pencernaan dan hasil metabolisme nutrisi baik, makan ternak akan lebih bergairah. Ditambah dengan lingkungan yang kondusif, akan menjamin kesehatan ternak yang sangat bermakna dalam aspek ekonomis – produktif.
    Aplikasi biologis merupakan pilihan alternatif. “MKABio2” adalah koloni microbacterium (mikroba) probiotik (non pathogen) yang merupakan okulat dari mikroba rumen dan kolon sapi. Peranan mikroba adalah membantu mengurai (dekomposer) dan mefermentasi bahan-bahan yang terlarut dalam makanan menjadi unsur, kemudian melalui proses enzimatis unsur makanan diserap sebagai sumber energi. Tidak mengandung bahan kimia sehinga aman bagi semua jenis ternak dan dapat diberikan makanan dan minuman, serta dapat digunakan dalam campuran pembuatan pakan ternak. Penambahan curcuma dan sejumlah enzym sebagai hepatoprotector dan imunomodulator, penting untuk meningkatkan kesehatan ternak. Memberikan “MKABio2” yang berarti menambah jumlah mikroba usus, akan meningkatkan kinerja usus. Panjang usus boleh jadi tetap tetapi fungsinya menjadi lebih panjang. Makan menjadi lebih bergairah dan proses penyerapan pakan menjadi lebih sempurna. Kotoran dan kencing menjadi tidak berbau, adalah indikator tidak lagi tersisa unsur makanan yang terbuang.     

Komposisi Biotik : Hasil analisa dikerjakan Laboratorium Bakteriologi Fakultas Kedokteran Hewan Instintut Pertanian Bogor (IPB), 30 Agustus 2008, koloni bakteri disebut produk probiotik terdiri dari Lactobacillus sp, Acetobacter sp, Bacillus cereus, Bacillus globisporus, Bacillus alvei, Saccharomyces sp, Pseudomonas aerugenosa, Psoudomonas sp, Azotobakter chroococum. Untuk pengembangan ternak, kultur bakteri diperkaya dengan kurkuma dan sejumlah enzym yang dimaksudkan untuk memperkaya antioksidan, sebagai hepatoprotektor dan imunomodulator, serta meningkatkan efektifitas pencernaan. 

==================================================
MKABio3 : Probiotik untuk Perikanan




Kehidupan ikan di kolam secara rutin mengeluarkan kotoran. Ini sesuatu yang sifatnya fisiologis. Tetapi jika jumlah ikannya banyak, katakan sampai ribuan, maka dalam sehari kotoran yang diproduksi juga sangat banyak. Pada tingkat tertentu, untuk kurun waktu tertentu, produk kotoran ikan ini menjadi patologis karena berjibunnya kotoran menimbulkan polusi. Kondisi diperburuk oleh sisa pakan yang tidak termakan. Jika air kolam juga tidak tersirkulasi, maka soal polusi air kolam menjadi serius. Yang menjadi masalah, berjibunnya kotoran yang notabene mengandung bahan organik, akan mengundang bakteri pembusuk yang kemudian memicu proses pembusukan. Bau busuk menjadi tidak terhindarkan yang membuat lingkungan kolam tidak sehat bagi keberlangsungan hidup ikan dan bahkan pada komunitas orang yang tinggal di sekitarnya.
   Polusi air kolam adalah salah satu penjelas tingginya angka kematian ikan. Rutinitas mengganti air bukan solusi yang pas, selain meningkatknan biaya produksi. Pilihan yang akurat adalah aplikasi mikrobiologis. MKABio3 adalah koloni microbacterium (mikroba) non pathogen yang secara khusus dibuat untuk memperbaiki kualitas air kolam. Probiotik untuk kolam ini mengambil peran mengurai (dekomposer) dan mefermentasi material organik untuk diubah menjadi unsur, yang kemudian akan merangsang tumbuhnya plankton (makanan alamiah ikan). Ia berfungsi sebagai regulator ekosistem. Polutan oleh kotoran ikan dan sisa pakan, justru diubah menjadi sesuatu yang produktif untuk kolam. Hilangnya bau tidak sedap di kolam adalah indikasi tidak ada lagi proses pembusukan, yang menjamin kelangsungan hidup ikan

Komposisi  Biotik : Hasil analisa dikerjakan Laboratorium Bakteriologi Fakultas Kedokteran Hewan Instintut Pertanian Bogor (IPB), 30 Agustus 2008, koloni bakteri disebut produk probiotik terdiri dari Lactobacillus sp, Acetobacter sp, Bacillus cereus, Bacillus globisporus, Bacillus alvei, Saccharomyces sp, Pseudomonas aerugenosa, Psoudomonas sp, Azotobakter chroococum. Untuk pengembangan kolam ikan, kultur bakteri diperkaya dengan Rodho bacter Sp, Rodho coccus Sp, Streptomyces Sp, dan Actinomycetes Sp.

-----------------------------------------------------------------------------------
MKABio4 : Probiotik untuk Tolilet & Septic-tank


    Syarat air bisa dikonsumsi sebagai air minum, selain melihat tingkat kesadahan  air juga berapa kandungan bakteri (pathogen) dalam air (E. Coli misalkan). Untuk menilai kesadahan air secara mudah bisa dilihat yaitu bila air tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau. Mengetahui kadar bakteri tidak bisa empirikal tetapi harus dilakukan secara laboratoris. Tetapi anjuran umum yang bisa didengar, membuat sumbur air minum harus memperhitungkan jarak dari sumber resepan (septic-tank) di sekitarnya sedikitnya 15 – 20 meter. Untuk rumah tanga desa, ini bukan soal susah karena jarak antara rumah masih cukup jauh. Jadi masalah untuk rumah tangga di perkotaan, terutama di lingkungan perumahan. Jarak rumah sulit  di ukur karena setiap rumah nyaris berhimpit dengan rumah sebelah. Yang pasti setiap rumah punya sumber air minumnya sendiri. Tidak pernah lagi berpikir atau lupa untuk menghitung jarak terhadap sumur resapan sekitar. Karena lupa, tidak pernah disadari bahwa sumber air minum kita adalah resapan rumah sebelah.

  Managemen resapan rumah tangga perkotaan mestinya didesain secara khusus. Setiap rumah boleh membuat sumur air termasuk jamban sendiri (septic-tank). Tetapi harus dibuat sumur air resapan secara bersama untuk pengelolaan limbah terpadu. Termasuk air comberan mestinya tidak dibiarkan begitu rupa secara terbuka. Resiko dari ini adalah buruknya kesehatan lingkungan rumah tangga perkotaan. Adakah sebuah penjelasan kenapa penyakit orang kota lebih bervariatif ketimbang orang desa. Tidak disadari semua bersumber kelupaan akan satu hal tentang buruknya kesehatan lingkungan yang terkait dengan sumber air minum.

    Aplikasi mikrobiologis melalui MKABio4, bisa menjadi pilihan solusi, yaitu melalalui pendekatan teknologi bioremidiasai bahan organik dengan memanfaatkan kerja dari berbagai mikrobacterium (mikroba) alami secara dekomposisi dan fermentasisi, sehingga potensi pencemaran dapat di tekan. MKABio4 merupakan koloni mikroba non pathogen (menguntungkan – probiotik) seperti bakteri asam lactat, selulotik, jamur fermentasi, dll. Masing-masing mikroba mempunyai cara kerja yang spesifik dan bekerja sama secara sinergi dalam menguraikan limbah organik, mencegah potensi polutan organik, menekan bakteri penyakit 9E coli) yang biasa terdapat dalam air tanah, termasuk menghambat penguraian bakteri pembususk yang menghasilkan bau seperti H2S, NHx, methilmercaptan, dll. Pemberian pada septic-tank juga bisa terhindar dari kemungkinan penuh yang berarti mengurangi pengeluaran untuk biaya kuras. Tidak diragukan adalah pilihan tepat digunakan pada WC/septic tank, got atau comberan, man-hole dan toilet, suatu masalah yang umumnya dijumpai pada limglungan perkotaan yang padat penduduknya.   

Komposisi  Biotik : Hasil analisa dikerjakan Laboratorium Bakteriologi Fakultas Kedokteran Hewan Instintut Pertanian Bogor (IPB), 30 Agustus 2008, koloni bakteri disebut produk probiotik terdiri dari Lactobacillus sp, Acetobacter sp, Bacillus cereus, Bacillus globisporus, Bacillus alvei, Saccharomyces sp, Pseudomonas aerugenosa, Psoudomonas sp, Azotobakter chroococum.

 -------------------------------------------------------------------------
"MKABio Minuman Jamu"
Minuman Ringan Berbasis Jamu Tradisional

       KUTELAK     :  Kunir Temulawak         P-IRT. No. 212351602310
       KUTINCUR   :  Kunirputih Kencur       P-IRT. N0. 212351601310  
       KUJAMAH    :  Kunirputih Jahemerah  P-IRT. No. 212351603310
       KURENJEH  :  Kencur Jaheputih         P-IRT. No. 212351604310

Minuman Tipikal Aroma Desa

Dibuat dari bahan rempah-rempah yang konon dikenal dengan sebutan jamu. Diolah melalui proses fermentasi untuk mendapat ekstrak jamu secara  alamiah. Jamu yang biasa dirasa pahit, sebagai produk fermentasi jadi agak berasa masam. Dengan sedikit sentuhan gula atau madu, apalagi disedu dengan air es, akan berasa segar dalam sensasi adem rasa  “nyes”.
Konon ketika teknologi obat tidak berkembang seperti sekarang, jamu adalah pilihan ketika orang jatuh sakit. Artinya sejak lama dipahami bahwa rempah-rempah mengandung bahan fitofarmaka  dan minyak atziri yang penting untuk mengobati orang sakit. Dalam sediaan minuman ringan ini, tentu tidak dimaksudkan sebagai obat untuk berbagai penyakit. Tetapi citarasa jamu tentu sebuah sentuhan rasa yang lain. Sangat khas dan tipikal aroma desa.
Teknik dasar pengolahan dengan fermentasi, menjanjikan sesuatu yang kehandalannya tidak diragukan. Fermentasi adalah treatmen perlakuan dengan basis mikrobiologi. Tentu yang dimaskud adalah probiotik yang secara ilmiah aman bagi manusia.Dalam sesi ini, coba kita lihat basis berpikir dari pemahaman fermentasi.
Ada pengakuan yang luas tentang  besarnya  peranan jasad renik (mikroorganisme) untuk menopang kehidupan. Alfin Tofler malah menyebut sebuah masa yang akan menjadi genre bagi perkembangan bioteknologi. Hiromi Shinya, MD dalam bukunya The Microbes Factor (2010) dan The Miracle of Enzym (2007), menyebut hal sama tentang  pentingnya peran mikroba (mikrobacterium). Bahwa mikroba adalah basis dari teknologi bioremidiasi yang berperan dalam merangsang produksi enzyme dan sangat penting untuk setting ekosistem yang  ramah lingkungan. Makanan yang diproduk secara organik dan makanan yang terfermentasi disebut makanan yang baik yang direkomendasikan untuk menjamin hidup lebih sehat.
   Ini bertentangan dari pemahaman lama bahwa jasad renik selalu dipahami sebagai biang berbagai penyakit. Sallmonela thyphosa misalnya, dianggap sebagai pemicu penyakit Thyphosa yang merusak usus halus dan sangat mematikan. Untuk ini Menurut Sinya, dalam kenyataan selalu tersedia bakteri jahat, bakteri baik (probiotik), dan bakteri netral (oportunis) yang adanya selalu berkompetisi. Ekosistem yang baik harus secara kondusif merangsang bakteri baik tumbuh secara lebih dominan.
    Proporsi bakteri dalam usus kira-kira 20 % bakteri bermanfaat, 30 % bakteri berbahaya, dan 50 % sisanya bakteri netral. Kelompok penting yang memegang kendali lingkungan usus adalah bakteri netral, Ia berlaku seperti dalam pemilu sebagai “swing voter”. Itu karena kalau proporsi bakteri berbahaya meningkat akibat makan tak teratur dan kebiasaan buruk lain, bakteri netral bergeser menjadi bakteri berbahaya dan sebagian besar bakteri usus jadi bertindak sebagai bakteri berbahaya, membusukkan makanan yang tak tercerna dan menghasilkan gas beracun. Akibat lingkungan yang buruk itu, lama-lama bagian-bagian usus rusak dan banyak penyakit bermunculan.
    Di sisi lain, ketika proporsi bakteri bermanfaat membesar, bakteri netral bekerja sejalan dengan bakteri bermanfaat dan akibatnya usus jadi berisi lebih banyak bakteri bermanfaat dan menjadi lingkungan yang stabil. Seiring waktu, bagian-bagian usus menjadi bersih dan pemilik usus itu jadi lebih mungkin menikmati kehidupan yang panjang dan sehat, secara mental maupun fisik. Satu cara mencegah bakteri netral menjadi berbahaya adalah dengan makan dan minum produk fermentasi.     
   Hendak dikata bahwa mikroba memang merusak makanan, tetapi bisa juga dimanfaatkan sebagai pengawet, dan orang sudah belajar melakukannya sejak awal sejarah manusia, menggunakan bakteri untuk fermentasi. Makanan dan minuman hasil fermentasi    ditemukan di budaya makanan dan minuman di seluruh dunia. Ini menjelaskan tidak perlu ragu bahwa makanan hasil fermentasi sangat bagus untuk kesehatan. Glukosa, protein dan karbohidrat dalam makanan dipecah oleh mikroorganisme selama proses fermentasi, sehinga menciptakan zat-zat yang bermanfaat bagi tubuh.
     Usus mendapat banyak manfaat dari makanan  - minuman hasil fermentasi yang membantu pembiakan bakteri bermanfaat. Contohnya, ketika Lactobacillus, bakteri bermanfaat yang lazim, menghasilkan asam laktat,  mencapai usus, pH dalam usus turun dan suasana usus menjadi asam sehingga bakteri yang tak tahan asam (kebanyakan bakteri patogen) tak bisa berkembang. Banyak bakteri semacam  itu yang berbahaya, mereka memproduksi zat-zat seperti amonia dan hidrogen sulfida, sehingga biasa disebut bakteri berbahaya. Dengan peningkatan aktivitas bakteri bermanfaat, bakteri berbahaya kehilangan kekuatan dan lingkungan dalam usus pun membaik.
    Kegiatan mikrooragnisme juga menjadi bagian vital dalam hubungan antara usus dan fungsi kekebalan (imun). Ada banyak sel imun (seperti makrofag, sel limfosit dan neutrofil) yang bekerja dalam usus. Mereka melindungi tubuh dari kuman-kuman yang tertelan kita. Bakteri bermanfaat, seperti Lactobacillus, mengaktifkan sel-sel imun tersebut. Itulah sebabnya mengapa sistem kekabalan terhadap penyakit akan berkurang kalau usus dalam kondisi buruk.
    Dua pertiga sel imun dalam tubuh berkumpul di usus, bagian terpenting saluran pencernaan. Ketika lingkungan usus terganggu dan berada dalam kondisi buruk, masalahnya  akan  melebar, tak hanya menyangkut kesehatan usus. Jika tidak dilakukan apapun untuk memperbaiki kesehatan usus, kekuatan kekebalan dan daya hidup akan melemah sehingga membuat rentan terhadap penyakit (bahkan muncul proses keganasan seperti kanker), penyakit terkait gaya hidup, penyakit menular, penyakit alergi dan banyak masalah lain.
      Ada banyak bakteri baik yang dikenal sebagai mikroba probiotik. Tetapi pemakaian untuk manusia yang dianggap paling aman adalah keluarga Saccharomyces dan Lactobacillus. Produk fermentasi yang paling klasik seperti pembuatan tape, tempe, tahu, roti, saos, kecap, anggur, sake Jepang, ciu Cina, dll adalah produk fermentasi dengan fermenter Saccharomyses. Ada juga makanan dan minuman yang belakangan muncul dalam berbagai produk fermentasi dengan fermenter adalah Lactobacillus. Atau mungkin kombinasi berbagai probiotik untuk fermenter dalam proses fermentasi.
 Dalam hal minuman ringan dari rempah-rempah seperti yang kita maksud  (KUTELAK, KUJAMAH, KUTINCUR, KURENJEH), fermenter yang digunakan adalah kombinasi Lactobacillus sporogenes dan Saccharomyces serevisiae. Mikroba ini adalah jenis mikroba yang bukan saja secara ilmiah teruji aman, tetapi juga penting perannya sebagai bakteri komensal dalam perut kita. Dengan begitu minuman ringan dengan basis rempah ini bukan minuman ringan biasa. Aspek fitofarmaka, potensi fermenter dan dekompuser yang dikandung dalam minuman ini adalah khasiat dan manfaat sangat menjanjikan . Pastikan anda menggunakannya !!!
Penyimpanan : Semua produk MKABio adalah Koloni Mikroorganisme probiotik yang butuh suasana anaerob (tanpa udara - O2). Segera menutup kembali bila menutup botol. Hidari senagtan panas matahari secara langsung.  Pencampuran dengan air, pastikan tidak mengandung desinfektan dan antiseptic, seperti air PDAM (mengandung kaporit), formalin, clorin, pestisida, minyak tanah, dll.

 -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pelayanan Pendididkan & Latihan
PELATIHAN PERTANIAN TERPADU :
”LIMBAH SAWAH, KEKUATAN PRODUKSI TANAH”

Dibuat untuk Program Pemberdayaan Petani,
Memberi Orientasi Persiapan Pensiun
Oleh

PADEPOKAN BUMI MARDIKA
                              (LKPS  “BHAKTI NUSA”)
Putuk Ngemplak, Kesiman Tengah, Pacet - Mojokerto
(0321) 7226149 – 081230419372 – 08563260553
 Email : makabio@yahoo.com  mkabio.lkps@gmail.com  probiotikmkabio@gmail.com
 WEB : http//www.probiotik-mkabio.com - Blog. Mkabio.blogspot,com

PROPOSAL
PELATIHAN PERTANIAN TERPADU :
”LIMBAH SAWAH, KEKUATAN PRODUKSI TANAH”

I.                   PENDAHULUAN
A.     Aspek riil pekerja &  petani
-         Pensiun dari kerja adalah realitas hidup yang tidak bisa dihindari. Ini terkait dengan proses degeneratif pada manusia (menua). Tetapi menjadi pensiunan sebuah soal yang tidak sederhana yang terkait dengan problem psiko - sosial. Istilah ”post power syndroma” adalah wacana yang melekat bagi mereka yang bermasalah. Justru karena itu, pensiun harus dipikirkan dan dipersiapkan.
-         Petani adalah sebuah dunia yang penuh keniscayaan. Meski semua mulut dan perut bergantung pada dunia petani, tetapi nasib petani sendiri tidak pernah jelas. Dalam dunia petani masih teremban simbol kemiskinan. Salah satu sebabnya karena lemahnya managemen pengembangan produksi, selain karena benyaknya kepentingan yang masuk di dunia petani. Karena itu masih banyak ruang yang mengundang diskusi. Pemberdayaan petani adalah tema yang esensial untuk mengundang kepedulian semua pihak.
B.     Substansi di pertanian
Pertanian memiliki dimensi yang luas. Mencakup dunia sawah, ternak dan kolam ikan. Dalam perspektif tradisional orang enggan masuk karena merupakan potret buram masa lampau. Pertanian yang kita tawarkan adalah bingkai baru dalam spirit kekinian dalam wajahnya yang pesolek, menarik dan menantang. Ia menjadi sebuah dunia penuh kreasi dengan tetap melihat pertanian sebagai sumber “income capital”.   Ini penting sebagai tema untuk memberdayakan petani. Pada saat sama, bisa di lirik sebagai wacana baru bagi mereka yang mempersiapkan diri untuk pensiun.
C.     Kerangka pikir
            Sejauh ini pertanian masih merupakan sektor utama dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Kontribusinya dalam produk domestik bruto (PDB) sangat besar. Namun harus diakui, peranan dan fungsi pertanian tersebut  belum optimal. Berbagai faktor, diantaranya :
(1) Luas lahan petanaian per rumah tangga petani (RTP) sempit, rata-rata kurang dari 0,5 ha sehingga kurang ekonomis untuk usaha tani dan
(2) Makin menurunnya produktivitas lahan akibat terlalu tingginya intensitas tanam tanpa disertai upaya pelestarian lahan.
      Untuk ini, pembangunan pertanian selain tetap ditujukan pada tercapainya ketahanan pangan, harus diarahkan untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga petani (RTP) dan disertai upaya koservasi sumberdaya alam, terutama tanah, dan melindungi lingkungan. Untuk mencapai ini, pembangunan pertanian harus memperhatikan prinsip-prinsip pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture). Dalam hal ini pengembangan usahatani terpadu tanaman, ternak dan perikanan merupakan alternatif yang perlu dipertimbangkan.
    Umumnya petani memelihara ternak dan berkolam ikan  hanya sebagai usaha sambilan. Mereka memelihara ternak dan ikan secara tradisional sehingga produktivitas  dan pendapatan yang diperoleh rendah. Peternak tradisional masih mengandalkan pola pakan ternak dari merumput, dan belum melihat limbah pertanian sebagai alternative pakan. Adalah fakta bahwa semua komoditas pertanian menghasilkan limbah. Padi menghasilkan damen, kedelai menghasilkan rendeng, jagung mengasilkan tebon, klobot, janggel dan slamper, tebu menghasilkan momol dan sogolan, dll. Sejauh ini hanya sedikit  limbah sawah yang dimanfaatkan, sebagian besar sisanya adalah dibakar. Ini untuk mempercepat pengolahan lahan guna persiapan komoditas tanaman berikut. Perilaku membakar limbah ternyata tidak saja terjadi pada para petani, tetapi juga berlangsung pada para peternak. Atas kebutuhan “diangan”, yaitu untuk mengurangi bau kandang dan lalat, mereka membakar sisa rumput kering dan kotoran ternak.
      Sangat disayangkan kenapa limbah sawah dan limbah kandang dibakar. Manajemen limbah yang buruk, sedikitnya membuat petani merugi dalam dua hal. Pertama, merugi dalam aspek ekonomi karena sebenarnya limbah sawah masih punya nilai ekonomi. Bahkan bila bisa mengolah secara baik, bukan tidak mungkin limbah sampah punya nilai ekonomi tidak kalah dari tanaman primernya. Dalam konteks ini, membakar limbah sama halnya dengan membuang separoh hasil panen. Lebih dari ini, membakar limbah menyangkut hal yang substansiil terkait bahwa sebenarnya limbah merupakan sumber potensial unsur hara tanaman. Hukum ekologi mengatakan bahwa “in put = out put” (masukan = keluaran). Limbah sebagai keluaran harus dikembalikan ke sawah. Kurangnya masukan hara tanaman ke sawah, dalam jangka panjang tanah akan makin kritis yang berbuntut pada rendahnya produktifitas tanah.       
      Pemahaman tradisional yang sama  juga terjadi  pada para pengkolam ikan. Konsep mereka sederhana bahwa berkolam terkait penyediaan bak air, ikan dan kosentrat buatan pabrik. Alih-alih membayangkan panen, malah menuai kegagalan. Banyak kolam ikan yang dibuat secara susah payah harus dibiarkan kosong untuk tidak mengatakan bangkrut dengan investasi yang percuma. Yang salah dan kurang dipahami bahwa berkolam ikan terkait dengan penyiapan ekosistem air untuk mendukung hidup ikan yang layaknya di sungai, rawa, danau dan laut. Untuk ini kolam tidak harus dipisahkan dari komunitas dasarnya yaitu sawah. Ia harus menjadi bagian dari sistem sawah. Kotoran ternak dan limbah sawah setelah melalui proses komposting dan dengan diperkuat bakteri probiotik, masuk kolam ikan untuk membantu menciptakan ekosistem. Bila ekosistem hidup, layaknya di sungai dll, angka kematian limit, tidak berbau, tidak ganti air, ikan bisa tumbuh dengan baik. Bila panen, air kolam jangan dibuang. Bila mungkin digunakan untuk memulai kolam baru. Bila tidak, bisa diperhitungkan sebagai pupuk untuk mengairi sawah.
    Dari sawah kembali ke sawah dengan mata rantai ternak dan kolam ikan. Atau sebut pola pertanian terpadu (integrated farming). Yang menarik, pengertian panen bagi petani akhirnya berubah. Tidak semata hanya panen pokok seperti padi,jagung dll tetapi limbah sawah diperhitungkan sebagai bagian dari panen. Menariknya karena limbah sawah ternyata melampaui apa yang diperkirakan, justru menjadi bagian dari cara mengungkit pendapatan.

II. TUJUAN
1.      Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani, peternak dan pengkolam ikan.
2.      Memperkenalkan konsep pertanian terpadu (integrated farming)
3.      Perubahan pola pikir (mainset) petani terkait dengan limbah sawah
4.      Memberi wacana dan orientasi kerja menjelang masa (persiapan) pensiun    

III. MANFAAT
1.      Menciptakan kemandirian petani
2.   Memaksimalkan daur ulang  (Zero waste) menuju kelestarain kesuburan sawah
3.      Membangun sinergitas antara petani, peternak dan pengkolam ikan
4.      Pemberdayaan ekonomi local melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat
5.      Memberikan lapangan pekerjaan baru di sektor pertanian
6.      Penguatan ekonomi kelompok tani
7.      Terbukanya wacana kerja baru paska pensiun


IV. BENTUK KEGIATAN
A.Teori dan diskusi
- Siklus Pertanian : dari Sawah kembali ke Sawah
- Mikrobiologi untuk Sawah, Ternak & Kolam Ikan       
- Teknik Pembuatan Kompos
- Pola Tanam Padi SRI
- Pola Tanam Sistem Tertutup (Horti)
- Prinsip Dasar Pemberian Ransum
- Pembuatan Ransum Berbasis Limbah Sawah                 
- Ransum dari Kotoran Ayam
- Menghitung Nilai Ransum
- Kandang Ayam Superintensif dan Kandang Lesehan
- Paradigma Baru Managemen Kolam Ikan               
- Kolam ikan dengan Jaring Keramba   
- Teknik Pembuatan Pelet Ikan
- Probiotisasi dalam Pemijahan Lele
- Budidaya Jangkrik, Cacing & Bekicot        
- Teknologi Bio Gas                                                   
    B. Praktek Lapangan
          - Pembuatan Kompos (basah – kering)
          - Fermentasi Ransum Ternak Berbasis Limbah Sawah
          - Amonisasi (Tape) Jerami
          - Pembuatan POC PESNAB Urin
          - Pembuatan Pelet Ikan
          - Pemijahan Lele
          - Praktek Pola Tanam SRI
    C. Kunjungan lapang
         - Kunjungan ke kandag sapi
         - Kunjungan ke kandang kambing
         - Kunjungan ke kandang bebek
         - Kunjungan ke budidaya Cacing
         - Kunjungan ke budidaya jangkrik
         - Kunjungan ke pembuatan Jamur Tiram
         - Kunjunga ke Pusat Pemijahan Unggas Lokal
    
V.. Agenda     Kegiatan  :
Sabtu :
           
Kegiatan
Waktu
Daftar Ulang Peserta
07 – 08.3:00 wib
Sambutan Pelatihan oleh panitia
08.30 – 09.00 wib
Mikrobiologi sawah, ternak & kolam
09.00 – 11.00 wib
Pembuatan kompos
11.00 – 12.00 wib
Isoma 
12.00 – 13.00
Pola tanam Padi SRI
13.00 – 14.30 wib
Pola Tanam Sistem Tertutup
14.3015.30 wib
Praktek pembuatan amonisasi jerami, praktek pembuatan kompos, POC Pesnab urin, kosentrat dari limbah sawah
15,30 – 17.00 wib
Isoma
17.00 – 18.30 wib
Perhitungan ransum ternak, kosentrat kotoran ayam, kandang ayam super intensif
18.30 – 20.00 wib
Pola kolam organik, kolam dengan keramba, pemijahan ikan
20.00 – 22.00 wib

Tidur tenang
22,00 – 04.30 wib

Minggu :
Kegiatan
Waktu
Lanjutan Pola kolam organik
05.30 wib – 07:00 wib
Makan Pagi
07:30 wib – 08:00


Praktek pemberian makan sapi
09:30 wib – 10:30 wib
Kunjungan lapangan ke kolam ikan, kandang bebek, kandang sapi, kandang kambing, budidaya jangkrik, budidaya cacing & bekicot, Pembuatan Jamur
10:30 wib – 13:00 wib
ISOMA
13:00 wib – 14:00 wib
Diskusi dan Penutupan
14:00 wib – 16:00 wib

   VI. Kontribusi
       Kelompok
                
Kontribusi
(rupiah)
Souvenir
Peserta
(minimal)
Total








Persiapan pensiun & profesional
 1.500.000
1 btl MKABio + Disc
25 orang


 Pelatihan dinas
 750.000
1 btl MKABio + jamu + Disc
25 orang


 Pelajar & mahasiswa
 250.000
-
25 orang


Petani
 250.000

25 orang


Privat
1.500.000
1 btl MKABio + jamu + Disc
1 – 5 Orang


























Panggilan pelatihan (team)
10.000.000


10.000.000


Catatan. : 1. Kontribusi terhitung akomodasi (konsumsi dan tempat)
                  2. Tidak termasuk buku panduan pelatihan
VII. Grup Pelatihan
         - Reguler 2 mingguan
         - Panggilan pelatihan (luar kota)
         - Klasikal (atas permintaan)
         - Privat

Jombang, 31 Desember 2011
Padepokan Bumi Mardika - Lembaga Kesehatan, Pendidikan & Sosial (LKPS)
“B H A K T I   N U S A”



(Dr. Sugeng Hariadi, S.Pd)
             K e t u a

                                    ------------------------------------------------------------------------------
BUKU :
1. LIMBAH SAWAH KEKUATAN PRODUKSI TANAH, Padepokan Bumi Maredhika - LKPS Bhakti Nusa, 
    Mojokerto, 2010. Harga buku Rp; 150.OOO.
2. Beternak Unggas dengan MKABIO, Padepokan Bumi Mardhika - LKPS Bhakti Nusa, Mojokerto, 2012
    Harga buku Rp; 100.000;

Keterangan : 
Pemesanan produk harga netto,biaya ekspedisi ditanggung pemesan